“Sebanyak 102 jiwa mengungsi di gedung GMIST Bethbara,” lanjut laporan tersebut.
Kerusakan Infrastruktur dan Kendala Evakuasi
Dampak kerusakan material akibat banjir bandang di Sitaro ini juga cukup signifikan. Sebanyak lima unit rumah dilaporkan hilang atau hanyut terbawa arus deras.
Hingga Senin siang, meskipun banjir dilaporkan telah surut, wilayah terdampak masih mengalami kelumpuhan infrastruktur vital. Jaringan listrik dan telekomunikasi di lokasi bencana dilaporkan terputus total.
Baca Juga: Sungai Asuansang Meluap, Banjir 1,5 Meter Rendam Ratusan Rumah di Sambas
Saat ini, Tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan evakuasi dan pencarian terhadap lima warga yang masih dinyatakan hilang. Namun, operasi kemanusiaan ini menghadapi tantangan logistik yang cukup berat.
“Adapun kendala yang dihadapi di lapangan untuk mobilisasi sumber daya adalah penyesuaian jadwal penyeberangan kapal menuju Kabupaten Kepulauan Sitaro,” tulis laporan situasi BNPB.
Upaya pendataan kerugian material lainnya masih terus dilakukan sembari menunggu akses dan komunikasi pulih kembali.
(*Red)
















