Faktakalbar.id, KETAPANG – Fenomena pasang air laut maksimum atau banjir rob yang melanda Kabupaten Ketapang berdampak langsung pada aktivitas transportasi sungai.
Sebuah insiden tak terduga terjadi ketika satu unit kapal motor tersangkut di bawah konstruksi Jembatan Pawan 1, Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Hujan Konfeti di Sungai Pawan, Tim Bidas dan Posal Delta Pawan Berbagi Tahta Juara Danlanal Cup III
Kejadian ini disebabkan oleh naiknya permukaan air Sungai Pawan secara drastis, sehingga mempersempit jarak antara permukaan air dan bagian bawah jembatan.
Akibatnya, kapal yang melintas tidak memiliki ruang gerak yang cukup dan terjebak di kolong jembatan vital tersebut.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi pasang air laut hari ini memang tergolong ekstrem.
Ketinggian air tercatat mencapai angka 1,9 meter, yang masuk dalam kategori tinggi dan patut diwaspadai warga.
Puncak Pasang Siang Hari
Baca Juga: Ancaman Banjir Rob dan Gelombang Tinggi, Pengecekan Keselamatan di Pelabuhan Sukadana Diperketat
Warga Ketapang, khususnya yang bermukim di bantaran sungai dan pesisir, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
BMKG memprediksi fase puncak pasang air laut ini terjadi pada pagi menjelang siang hari.
Pada rentang waktu tersebut, potensi air meluap hingga masuk ke pekarangan maupun bagian dalam rumah warga sangat tinggi.
(ra)
















