Faktakalbar.id, MOSKOW – Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengumumkan temuan signifikan terkait insiden keamanan yang melibatkan pesawat nirawak (UAV) pada akhir tahun lalu.
Dinas intelijen negara tersebut mengklaim berhasil mengekstrak berkas misi penerbangan dari salah satu drone yang menyerang kediaman Presiden Vladimir Putin.
Bukti forensik digital ini rencananya akan segera diserahkan kepada pihak Amerika Serikat.
Berdasarkan pernyataan resmi yang dirilis Kamis (1/1/2026), insiden penembakan jatuh drone tersebut terjadi pada malam 29 Desember 2025 di wilayah Novgorod.
Tim ahli Rusia kemudian melakukan pemeriksaan teknis mendalam terhadap puing-puing unit navigasi drone yang berhasil diamankan.
“Petugas dinas khusus Rusia melakukan pemeriksaan teknis khusus terhadap unit navigasi salah satu UAV Ukraina yang ditembak jatuh pada malam 29 Desember 2025 di wilayah Novgorod,” bunyi keterangan resmi tersebut.
Target Terkonfirmasi: Kediaman Presiden
Hasil ekstraksi data navigasi mengungkap fakta mengejutkan mengenai target spesifik serangan tersebut.
Para ahli berhasil memulihkan rencana penerbangan yang tersimpan di dalam sistem drone, yang secara jelas mengarahkan wahana tersebut ke salah satu fasilitas pribadi milik Presiden Rusia.
















