“Mobil penyapu ini tidak hanya efektif digunakan di trotoar, tetapi juga dapat dioperasikan di jalan aspal. Saat ini, Pemkot Pontianak telah memiliki dua unit dengan ukuran berbeda… Pemkot juga memiliki Pasukan Hijau Gerak Cepat (PHGC) di Dinas PUPR… Jumlahnya 20 orang dan berkoordinasi dengan tim lain di lapangan,” jelasnya.
Ke depan, pemerintah berencana menambah jumlah armada serupa untuk memperluas cakupan layanan kebersihan hingga ke wilayah Pontianak Timur dan Utara.
Edi menegaskan, investasi pada kebersihan ruang publik bukan sekadar soal keindahan, melainkan bentuk pelayanan kemanusiaan agar warga merasa nyaman hidup di kotanya sendiri.
“Kota yang bersih dan tertata bukan hanya soal estetika, tapi juga soal kemanusiaan. Kita ingin Pontianak menjadi kota yang humanis, nyaman bagi pejalan kaki, ramah lingkungan, dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi warganya,” pungkas Edi.
(Ra)
















