Landak  

Kokohkan Status Lumbung Pangan Kalbar, HKTI Landak Luncurkan Pilot Project Kedelai dan Ubi Kayu

Pejabat pemerintah Kabupaten Landak saat memberikan sambutan dalam acara Launching Penyuluhan dan Percontohan Pengelolaan Tanaman Terpadu oleh DPK HKTI Landak di Jelimpo. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Pejabat pemerintah Kabupaten Landak saat memberikan sambutan dalam acara Launching Penyuluhan dan Percontohan Pengelolaan Tanaman Terpadu oleh DPK HKTI Landak di Jelimpo. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, LANDAK – Dewan Pimpinan Kabupaten Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPK HKTI) Kabupaten Landak resmi meluncurkan program Penyuluhan dan Percontohan Pengelolaan Tanaman Terpadu untuk komoditas kedelai dan ubi kayu.

Baca Juga: Petualangan Seru di Air Terjun Banegar dan Riam Dait Landak

Kegiatan yang dipusatkan di Lahan Percontohan samping Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jelimpo ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian daerah melalui modernisasi teknologi budidaya.

Peluncuran program ini semakin menegaskan posisi Kabupaten Landak sebagai sentra pangan utama di Kalimantan Barat.

Berdasarkan data terbaru Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Kabupaten Landak berhasil menempati peringkat pertama untuk Luas Tambah Tanam (LTT) dengan capaian fantastis seluas 10.972 hektare, melampaui target yang telah ditetapkan.

“Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Landak menempati peringkat pertama Luas Tambah Tanam (LTT) se-Kalimantan Barat dengan capaian 10.972 hektare. Capaian ini melebihi target yang diberikan dan memperkokoh posisi Landak sebagai sentra pangan utama,” ungkap data tersebut.

Praktik Langsung, Bukan Teori

Fokus utama dari kegiatan percontohan ini adalah transfer pengetahuan secara riil.

Baca Juga: Pelaku Curanmor di Landak Ubah Warna Kendaraan untuk Kelabui Petugas

Para petani tidak hanya diberikan materi teori, melainkan diajak melihat dan mempraktikkan langsung metode pertanian berkelanjutan yang sesuai dengan karakteristik lahan setempat.

Hal ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas hasil panen petani lokal.