Faktakalbar.id, KAYONG UTARA – Menjelang pergantian tahun, personel gabungan dari Polres Kayong Utara dan Polsek Teluk Batang meningkatkan intensitas pengawasan di titik vital transportasi air.
Melalui Operasi Lilin Kapuas 2025, pengamanan Dermaga Teluk Batang diperketat guna menjamin kelancaran arus mudik dan liburan menyambut Tahun Baru 2026.
Kegiatan pengamanan yang berlangsung pada Selasa malam (30/12/2025) mulai pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB ini fokus memantau keberangkatan dan kedatangan penumpang.
Petugas memeriksa standarisasi keselamatan pelayaran, baik untuk Kapal Motor (KM) maupun Speed Boat, di tengah dinamika cuaca akhir tahun.
Cegah Kelebihan Muatan
Dalam patroli dialogis tersebut, petugas memberikan imbauan tegas kepada nakhoda dan operator kapal terkait protokol keselamatan.
Pengecekan ketersediaan alat keselamatan seperti jaket pelampung (life jacket) dan perlengkapan darurat menjadi prioritas utama.
“Kami menekankan kepada pengelola jasa transportasi air agar tidak melebihi kapasitas muatan (overcapacity). Keselamatan adalah prioritas utama,” ujar perwakilan personel pengamanan di lokasi.
Data Aktivitas Penyeberangan
Selama pemantauan pada Selasa malam, tercatat aktivitas padat di pelabuhan. Berikut rincian pergerakan kapal yang terpantau petugas:
-
KM Nabila 05 (Nakhoda: Satroni): Berangkat rute Teluk Batang – Rasau Jaya membawa 171 penumpang dan 53 unit kendaraan.
-
KM Nabila 02 (Nakhoda: Aspandi): Berangkat rute Teluk Batang – Rasau Jaya membawa 47 penumpang dan 27 unit kendaraan.
-
KM Bintang Fortuna (Nakhoda: Rabuansyah): Tiba dari Rasau Jaya membawa 31 penumpang dan 17 unit kendaraan.
Baca Juga: Jelang Tahun Baru 2026, Polres Kayong Utara Perketat Larangan Penggunaan Petasan
Waspada Cuaca dan Gelombang
Selain faktor teknis kapal, petugas pengamanan Dermaga Teluk Batang juga mengingatkan para pelayar untuk mewaspadai kondisi cuaca.
Berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara berkisar antara 24°C – 31°C dengan kelembapan tinggi mencapai 85-95%, yang memicu pertumbuhan awan hujan.
Kecepatan angin terpantau bertiup dari arah Barat Laut dengan kecepatan 10-30 km/jam. Sementara itu, tinggi gelombang diestimasikan berada pada kategori rendah hingga sedang (0,5 – 1,25 meter).
Meski belum ada indikasi banjir rob signifikan, debit air sungai dilaporkan meningkat akibat curah hujan di hulu, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.
Sinergi Personel Gabungan
Keberhasilan operasi ini didukung oleh kolaborasi solid antarinstansi. Sebanyak 11 personel gabungan disiagakan di pos pengamanan, yang terdiri dari 4 personel Polri, 2 personel TNI, 2 personel Dinas Perhubungan (Dishub), 2 personel Basarnas, dan 1 orang tenaga kesehatan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di kawasan pelabuhan dilaporkan aman, kondusif, dan terkendali. Arus penumpang berjalan lancar tanpa gangguan keamanan yang menonjol.
Baca Juga: Dampak Perbaikan Jembatan Sungai Jambu, Polres Kayong Utara Siagakan Personel Urai Kemacetan
(*Red)
















