Wujud Nyata “Bring The Barrel Home”, Pertamina Sukses Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair

(Atas) Kapal tanker Pertamina Gas Dahlia saat berlayar membawa muatan migas. (Bawah) Fasilitas produksi minyak bumi di Blok 405A, gurun pasir Aljazair. Pertamina sukses membawa pulang 1 juta barel minyak mentah ke Indonesia, Rabu (24/12/2025). (Dok. ISt)
(Atas) Kapal tanker Pertamina Gas Dahlia saat berlayar membawa muatan migas. (Bawah) Fasilitas produksi minyak bumi di Blok 405A, gurun pasir Aljazair. Pertamina sukses membawa pulang 1 juta barel minyak mentah ke Indonesia, Rabu (24/12/2025). (Dok. ISt)

“Akuisisi blok migas yang sudah berproduksi di luar negeri merupakan salah satu strategi perseroan untuk mengurangi impor minyak. Dengan langkah ini, Pertamina dapat membawa hasil produksinya ke Indonesia yang cadangan dan produksi minyaknya terus menipis,” jelas keterangan tersebut.

Potensi Jangka Panjang

Kerja sama antara Pertamina dan perusahaan migas Aljazair, Sonatrach, telah terjalin sejak 2002.

Kini, dengan pengelolaan penuh di Blok 405A, PIEP memproyeksikan potensi produksi puncak mencapai 36.000 barel setara minyak per hari (BOEPD).

Hal ini membuka peluang pengembangan baru di wilayah sekitar selama 25 tahun ke depan, ditambah opsi perpanjangan kontrak 10 tahun.

“PIEP berpotensi menghasilkan produksi puncak di blok 405a sebesar 36.000 BOEPD serta membuka peluang baru pengembangan di wilayah sekitar dalam 25 tahun ke depan,” tambah data operasional tersebut.

Sebelum pengapalan dilakukan, kedua belah pihak telah menandatangani kontrak layanan lifting pada 22 Desember 2025 di Kantor Pusat Sonatrach, memuluskan jalan bagi minyak Aljazair untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia.

(ra)