Berjubah Dosen, Bersenjata AKS-74: Kisah Olga Kulygina, Mata-Mata Rusia yang Menyusup Sebelum Perang Pecah

Sosok Olga Kulygina (tengah, rok panjang) tertangkap kamera sedang memegang senapan serbu AKS-74 di tengah pasukan milisi di Sloviansk, Ukraina, Mei 2014. Di balik penampilannya sebagai akademisi, ia adalah agen intelijen kunci Rusia. (Dok. Ist)
Sosok Olga Kulygina (tengah, rok panjang) tertangkap kamera sedang memegang senapan serbu AKS-74 di tengah pasukan milisi di Sloviansk, Ukraina, Mei 2014. Di balik penampilannya sebagai akademisi, ia adalah agen intelijen kunci Rusia. (Dok. Ist)

“Belakangan ini beredar foto juga yang menampilkan Olga saat mendampingi tokoh penting Rusia, Igor Girkin, yang benar-benar berperan besar dalam aneksasi Krimea… FSB benar-benar memiliki peran besar di sini,” jelas laporan itu.

Ancaman Tak Kasat Mata

Kisah Olga Kulygina menjadi pengingat keras tentang bahaya Human Intelligence (HUMINT).

Di era teknologi canggih, sentuhan manusia dalam spionase tetap tak tergantikan.

Sosok asing yang tampak bersahabat, ingin berkenalan, atau penasaran dengan topik tertentu, bisa jadi adalah mata dan telinga bagi kekuatan asing.

“Unsur HUMINT yang tidak akan bisa digantikan begitu saja oleh human-made technology. Pengingat saja, negara yang saling bersahabat pun memata-matai satu sama lain, apalagi negara yang saling bermusuhan,” tutup analisis intelijen tersebut.

(ra)