Faktakalbar.id, SLOVIANSK – Di tengah hiruk-pikuk konflik bersenjata di Sloviansk, Donetsk Oblast, Ukraina, pada Mei 2014, sebuah pemandangan kontras terekam lensa kamera.
Di antara para pria kekar berseragam militer lengkap dan bertopeng, berdiri seorang wanita dengan pakaian kasual baju ungu dan rok panjang bermotif bunga, namun tangannya menggenggam erat senapan serbu AKS-74 kaliber 5.45x39mm.
Baca Juga: Spesies Langka! Hanya AS dan Rusia yang Masih Operasikan Kapal Penjelajah di 2025
Wanita itu bukan warga sipil biasa yang terjebak perang.
Ia adalah Olga Kulygina.
Di balik penampilannya yang sederhana, Olga adalah seorang operative atau agen intelijen dari dinas rahasia Rusia (FSB/GRU) yang mematikan.
Foto tersebut menjadi bukti visual bagaimana perang hibrida bekerja: musuh seringkali sudah berada di dalam selimut, jauh sebelum peluru pertama diletuskan.
Topeng Intelektual
Jauh sebelum milisi pro-Rusia (DPR) melakukan serangan terbuka, Olga sudah menanamkan pengaruhnya di kota tersebut.
Ia tidak datang dengan seragam tempur, melainkan dengan reputasi intelektual. Identitas samarannya dibangun dengan rapi: seorang ekonom, profesor, dan tenaga pengajar dari Moskow.
“Sebelum serangan dilakukan oleh Rusia dan russian-backed militia (DPR), Olga sudah berada di kota tersebut, dalam posisi ‘menyamar’ sebagai seorang ekonom, profesor, dan tenaga pengajar/dosen dari Moskow,” ungkap catatan sejarah operasi tersebut.
Di balik ruang-ruang kelas dan diskusi akademis, akar jaringannya tertanam dalam, menunggu waktu yang tepat untuk diaktifkan.
Baca Juga: Kerugian Ratusan Juta Dolar, Drone SBU Ukraina Hancurkan MiG-31 dan Radar S-400 Rusia di Belbek
Bayang-Bayang Igor Girkin
Sepak terjang Olga tidak bisa dipandang sebelah mata.
Belakangan terungkap foto-foto lain yang memperlihatkan dirinya mendampingi Igor Girkin, tokoh sentral militer Rusia yang memainkan peran krusial dalam aneksasi Krimea dari tangan Ukraina.
Keterlibatan Olga dalam lingkaran dalam Girkin menegaskan betapa signifikannya peran FSB dalam operasi-operasi aneksasi wilayah tersebut.












