“Mica EM menjadikan rudal berpemandu ARH ( Fox-3 ) pertama yang diadopsi AU Mesir, sebelumnya F-16 Block 30-52 mereka hanya bergantung pada rudal AIM-7M ( Fox-1),” jelas data teknis tersebut.
Selain itu, Rafale juga membawa teknologi radar Active Electronically Scanned Array (AESA) tipe RBE-2AA.
Ini merupakan peningkatan drastis dibanding radar pemindaian mekanik AN/APG-68 atau RDM series yang masih digunakan pada F-16 dan Mirage 2000 Mesir.
Sistem Proteksi dan Serangan Darat
Keunggulan lain yang ditawarkan Rafale adalah sistem pertahanan diri yang canggih.
Pesawat ini menjadi yang pertama di jajaran militer Mesir yang dilengkapi sensor Laser Warning System (LWS) dan Missile Approach Warning System (MAWS) sebagai bagian dari paket SPECTRA, fitur yang absen di F-16 maupun Mirage 2000 mereka.
Untuk kemampuan serangan darat, Rafale Mesir dipersenjatai dengan rudal jelajah SCALP.
Rudal ini memiliki akurasi tinggi berkat panduan INS/GPS dan kemampuan terbang rendah mengikuti kontur bumi, meskipun jarak jangkauannya dibatasi hingga 250 km karena aturan Missile Technology Control Regime (MTCR).
“Rafale Mesir juga mendapatkan Rudal jelajah SCALP sebagai rudal air to ground paling modern yang dimiliki mesir… namun SCALP varian mesir hanya dibatasi jarak jangkauannya menjadi 250 km karena mesir bukan Anggota MTCR,” tambah laporan tersebut.
Ke depan, modernisasi kekuatan udara Mesir akan terus berlanjut dengan pemesanan Rafale standar F3R.
Varian anyar ini direncanakan akan dilengkapi dengan avionik yang lebih mutakhir serta rudal jarak jauh Meteor.
(Ra)










