“Mengusung kaliber 9×19 mm Parabellum dengan mekanisme double action dan short recoil, Armo dirancang khusus untuk operasi di medan ekstrem. Keandalannya telah teruji di berbagai kondisi lingkungan yang keras,” rinci data teknis senjata tersebut.
Selain varian tempur, Pindad juga menunjukkan fleksibilitas platform Armo dengan mengembangkan varian khusus olahraga tembak, seperti Armo-V3 IPSC.
Kurangi Impor Senjata
Kehadiran Armo Pistol tidak hanya membuktikan kemampuan insinyur Indonesia dalam menciptakan produk berkualitas tinggi yang akurat dan tahan banting, tetapi juga memiliki nilai strategis.
Inovasi ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan negara pada impor senjata ringan.
“Inovasi ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada impor senjata ringan, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai produsen alutsista yang kompetitif di kancah global,” tutup pernyataan tersebut.
(ra)
















