Strategi Gerakan Pangan Murah
Keberhasilan menekan angka inflasi ini tidak terlepas dari strategi intervensi pasar yang dilakukan secara masif.
Gubernur menjelaskan bahwa pihaknya terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai kabupaten dan kota.
Selain itu, pemantauan rutin ke pasar rakyat menjadi kunci untuk mendeteksi lonjakan harga sejak dini.
“Langkah konkret sudah kami ambil dengan menggencarkan GPM di berbagai wilayah di Kalimantan Barat, termasuk saya rutin monitoring langsung harga di pasar rakyat untuk memastikan ketersediaan stok dan harga tetap stabil,” tambahnya.
Berdasarkan Data Kantor Staf Kepresidenan, dampak dari intervensi ini mulai terlihat pada harga komoditas pokok. Harga beras di Kalbar tercatat mengalami penurunan tipis dari Rp 14.524 menjadi Rp 14.512 per kilogram pada bulan ini.
Meski data menunjukkan tren positif atau masuk zona hijau, Gubernur menegaskan tidak akan lengah.
Pihaknya berkomitmen terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait untuk memastikan inflasi tetap terjaga di level aman hingga memasuki tahun 2026.
(*Red)
















