Inflasi Terkendali 2,04 Persen, Gubernur Ria Norsan Sebut Kalbar Masuk Zona Hijau

Gubernur Ria Norsan pastikan Kalbar masuk zona hijau inflasi dengan angka 2,04 persen. Strategi GPM dan monitoring pasar dinilai efektif jaga harga.
Gubernur Ria Norsan pastikan Kalbar masuk zona hijau inflasi dengan angka 2,04 persen. Strategi GPM dan monitoring pasar dinilai efektif jaga harga. Foto: HO/Faktakalbar.id

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah menunjukkan tren positif menjelang akhir tahun 2025.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengumumkan bahwa provinsi ini berhasil masuk dalam kategori zona hijau pengendalian inflasi nasional.

Baca Juga: Satgas Pangan Kalbar Temukan Ritel Jual Beras di Atas HET, Teguran Administratif Diberikan

Hal tersebut disampaikan Ria Norsan usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dari Ruang DAR Kantor Gubernur, Senin (29/12/2025).

Dalam laporannya, Norsan memaparkan data konkret mengenai kondisi ekonomi terkini. Angka inflasi Kalbar tercatat sangat terkendali di level 2,04 persen.

Sementara itu, Indeks Perkembangan Harga (IPH) berada di angka 2,01 persen. Angka ini jauh lebih baik jika disandingkan dengan provinsi lain seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mencapai 8,62 persen atau DKI Jakarta di angka 5,10 persen.

“Alhamdulillah, Kalimantan Barat saat ini berada di zona hijau dengan inflasi 2,04 persen dan IPH yang sangat terkendali di angka 2,01 persen. Kami sangat optimis dapat menjaga stabilitas harga dan memastikan stok pangan mencukupi bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat dalam menatap pergantian tahun ini,” ujar Ria Norsan.

Baca Juga: Jelang Nataru, Sekda Harisson Pastikan Pemprov Kalbar Fokus Kawal Stabilitas Harga Pangan