“Sejumlah organisasi hukum dan hak asasi manusia (HAM) ramai-ramai mengecam ‘tindakan represif’ TNI yang sampai melukai warga. Panglima TNI diminta melakukan tindakan tegas terhadap anggotanya karena tindakan mereka dinilai ‘melanggar HAM’,” tulis laporan terkait insiden tersebut.
TNI: Hanya Salah Paham
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Pusat Penerangan (Puspen) TNI memberikan klarifikasi.
Pihak TNI mengklaim bahwa insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman di lapangan dan menegaskan bahwa situasi saat ini telah kembali kondusif.
“Sementara itu Pusat Penerangan (Puspen) TNI mengklaim kejadian itu terjadi karena ‘salah paham’ dan kondisi sudah kembali ‘damai’,” jelas pernyataan resmi TNI.
(Ra)
















