Faktakalbar.id, MOSKOW – Di tengah modernisasi angkatan laut global yang cenderung beralih ke kapal-kapal yang lebih kecil namun lincah, klasifikasi kapal perang Cruiser atau Penjelajah kini menjadi “spesies langka”.
Hingga akhir tahun 2025, tercatat hanya dua negara adidaya, yakni Amerika Serikat dan Rusia, yang secara resmi masih mengoperasikan kapal dengan klasifikasi kelas berat tersebut.
Salah satu sorotan utama dunia maritim tahun ini tertuju pada Angkatan Laut Rusia.
Negara ini baru saja menyelesaikan modernisasi besar-besaran terhadap kapal penjelajah tempur (battlecruiser) bertenaga nuklir kelas Kirov, yakni Admiral Nakhimov.
“Admiral Nakhimov: Telah menyelesaikan modernisasi besar-besaran dan mulai melakukan uji coba laut (sea trials) pada Agustus 2025,” tulis laporan militer terbaru.
Kapal raksasa ini kini menjadi salah satu aset laut paling mematikan dengan membawa lebih dari 170 rudal, termasuk rudal hipersonik Zircon.
Selain Nakhimov, Rusia juga masih memiliki Pyotr Velikiy yang statusnya kini dipertimbangkan untuk pensiun, serta dua unit kelas Slava yakni Marshal Ustinov dan Varyag.
AS Pangkas Armada
Berbeda dengan Rusia yang merevitalisasi raksasanya, Amerika Serikat justru tengah dalam fase pengurangan armada cruiser-nya.
Hingga September 2025, Angkatan Laut AS (US Navy) hanya menyisakan 7 unit kelas Ticonderoga yang masih aktif.
Meski demikian, tiga kapal veteran yakni USS Gettysburg, USS Chosin, dan USS Cape St. George baru saja mendapatkan “napas tambahan” berupa perpanjangan masa pakai hingga tahun 2030 setelah pembaruan sistem tempur.
Status Ambigu Tiongkok
Sementara itu, kekuatan laut baru seperti Tiongkok sebenarnya memiliki kapal yang setara secara ukuran dan kemampuan, yakni Type 055 (Kelas Renhai).
Dengan bobot 12.000-13.000 ton, kapal ini bahkan lebih besar dari kelas Ticonderoga milik AS dan kerap diklasifikasikan sebagai cruiser oleh NATO.
Namun, Beijing menolak label tersebut.












