Putin Pamer Kekuatan Industri Pertahanan: Produksi Roket Naik 9 Kali, Amunisi 22 Kali Lipat

Presiden Rusia Vladimir Putin saat meninjau lini produksi kendaraan tempur di salah satu pabrik pertahanan Rusia. Putin mengklaim produksi amunisi negaranya naik hingga 22 kali lipat. (Dok. Ist)
Presiden Rusia Vladimir Putin saat meninjau lini produksi kendaraan tempur di salah satu pabrik pertahanan Rusia. Putin mengklaim produksi amunisi negaranya naik hingga 22 kali lipat. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, MOSKOW – Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengungkapkan data mengejutkan terkait lonjakan kapasitas produksi industri pertahanan negaranya.

Dalam pertemuan pemerintah yang membahas program persenjataan negara periode 2027–2036, Putin mengklaim bahwa produksi amunisi dan alat penghancur Rusia telah meningkat tajam hingga lebih dari 22 kali lipat dibandingkan level tahun 2022.

Baca Juga: Spesies Langka! Hanya AS dan Rusia yang Masih Operasikan Kapal Penjelajah di 2025

Penyataan tersebut disampaikan Putin saat memimpin rapat tinjauan parameter inti program persenjataan jangka panjang Rusia pada Minggu (28/12/2025).

Menurutnya, langkah-langkah dukungan pemerintah yang tepat waktu telah memungkinkan Rusia memperkuat basis material dan teknis industri pertahanannya dalam waktu singkat.

“Sebagai referensi ini cukup menarik… senjata artileri roket meningkat 9,6 kali lipat… dan alat penghancur serta amunisi meningkat lebih dari 22 kali lipat,” ujar Putin memaparkan data statistik.

Rincian Lonjakan Produksi

Putin merinci kenaikan produksi di hampir seluruh sektor strategis.

Produksi senjata lapis baja tercatat naik 2,2 kali lipat, sementara kendaraan lapis baja ringan seperti kendaraan tempur infanteri (Infantry Fighting Vehicle) dan pengangkut personel (APC) meningkat 3,7 kali lipat.

Sektor udara dan teknologi tinggi juga tak luput dari percepatan.

Baca Juga: Akhir Tragis “Raksasa” Udara: An-22 Terakhir Rusia Jatuh, Kru Gugur Usai Hindari Pemukiman

Pesawat militer mengalami kenaikan produksi sebesar 4,6 kali lipat, serta peralatan komunikasi dan peperangan elektronik (Electronic Warfare) melonjak hingga 12,5 kali lipat.