“Selama periode ini, jet tempur J-15 yang beroperasi dari Liaoning mengganggu jet tempur F-15 JASDF dengan radar… yang menyebabkan meningkatnya ketegangan antara militer China dan Pasukan Bela Diri Jepang,” jelas laporan tersebut.
Rudal ASM-2 yang dibawa F-2 sendiri merupakan senjata mematikan buatan Jepang dengan jangkauan lebih dari 140 km dan dilengkapi pencari inframerah canggih.
Geser Fokus ke Pasifik
Pemerintah Jepang memandang serius operasi kapal induk China di sisi Pasifik, yang selama ini dianggap sebagai “celah pertahanan”.
Kementerian Pertahanan Jepang kini bergerak cepat memperkuat postur pertahanan ke arah timur, termasuk rencana pengerahan radar pengawasan di Pulau Kita-Daito.
“Pasukan Bela Diri Jepang… kini dengan cepat memperkuat postur pertahanan mereka ke arah Pasifik, yang hingga saat ini dianggap sebagai ‘celah pertahanan’ relatif,” ungkap analisis pertahanan.
Selain itu, Jepang terus melanjutkan modifikasi kapal perusak kelas Izumo agar mampu mengoperasikan jet tempur F-35B guna mengimbangi kekuatan kapal induk China di masa depan.
(Ra)










