“Tidak ada burung Asia yang hilang selama The Black-browed Babbler (Malacocincla perspicillata). Burung ini pada tahun 2020 kemudian diklasifikasikan sebagai Kurang Data dalam Daftar Merah IUCN,” tulis Teguh dalam laporannya.
Bukti Keanekaragaman Hayati
Penemuan ini menjadi bukti penting bahwa keanekaragaman hayati Indonesia masih terjaga di bagian terdalam hutan Kalimantan.
Sebelumnya, literatur Birds of the Indonesian Archipelago: Greater Sundas and Wallacea karya James A. Eaton menempatkan burung ini sebagai spesies yang sangat misterius.
Baca Juga: Honey Badger: Peraih Guinness World Record sebagai Hewan Paling Tak Kenal Takut
Teguh menambahkan bahwa data historis antara tahun 1843 hingga 1848 tidak pernah menyebutkan lokasi spesifik keberadaan burung ini secara jelas.
“Antara tahun 1843 dan 1848 data yang pernah dikumpulkan, holotipe tidak pernah secara jelas dikaitkan dengan lokasi tipe tertentu. Lokasi persebarannya kemungkinan berada di dekat Martapoera (Martapura) atau Bandjermasin (Banjarmasin), Kalimantan Selatan,” jelas Teguh.
Kini, burung mungil tersebut telah dilepaskan kembali ke habitat asalnya dengan aman. Peristiwa ini diharapkan dapat memicu kolaborasi yang lebih erat antara masyarakat lokal, peneliti, dan pemerintah untuk mengumpulkan informasi serta menjaga kelestarian satwa di Indonesia.
(*Red)
















