Faktakalbar.id, TANAH BUMBU – Dunia konservasi dan ornitologi Indonesia mendapatkan kabar baik dengan ditemukannya kembali Burung Pelanduk Kalimantan (Malacocincla perspicillata).
Satwa endemik yang juga dikenal sebagai Black-browed Babbler ini sebelumnya dianggap telah punah karena tidak pernah terlihat selama kurang lebih 172 tahun.
Baca Juga: Cantik tapi Langka! Ini 5 Hewan Laut Unik yang Wajib Kita Jaga Keberadaannya
Burung yang menjadi salah satu misteri terbesar dalam dunia ornitologi Indonesia ini ditemukan secara tidak sengaja di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Penemuan ini mematahkan anggapan para ahli yang sejak tahun 1848 menyatakan bahwa spesies ini telah hilang dari habitat alaminya.
Adalah Muhammad Suranto dan Muhammad Rizky Fauzan, dua warga lokal yang pertama kali melihat keberadaan burung tersebut pada Oktober 2020 lalu.
Keduanya menemukan burung dengan ciri fisik unik tersebut di salah satu kawasan hutan di Tanah Bumbu.
“Rasanya tidak nyata mengetahui bahwa kami telah menemukan spesies burung yang oleh para ahli dianggap punah,” kata Rizky Fauzan, dikutip dari rilis Oriental Bird Club.
Verifikasi Ciri Fisik dan Habitat
Setelah penemuan tersebut, Suranto dan Rizky melakukan diskusi intensif dengan BW Galeatus dan kelompok konservasi burung Indonesia (Birdpacker).
Proses verifikasi dilakukan dengan membandingkan ciri fisik burung temuan tersebut dengan gambaran ahli ornitologi Prancis, Charles Lucien Bonaparte, serta data dari Naturalis Biodiversity Center, Belanda.
Hasil temuan ini kemudian diterbitkan dalam Jurnal BirdingASIA Volume 34 tahun 2020 dengan judul ‘Missing for 170 years-the rediscovery of Black-browed Babbler Malacocincla perspicillata on Borneo’.
Salah satu penulis jurnal sekaligus Pengendali Ekosistem Hutan TN Sebangau, Teguh Willy Nugroho, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan detail anatomi antara burung yang ditemukan dengan literatur lama, terutama pada warna iris mata, paruh, dan kaki.
Berdasarkan pengamatan fisik selama masa penangkaran sementara, Burung Pelanduk Kalimantan ini memiliki penampilan kekar, ekor relatif pendek, dan paruh yang kuat.
Bulunya didominasi warna cokelat dengan garis mata hitam lebar yang membentang dari tulang pipi ke tengkuk.
Bagian dada berwarna keabu-abuan dengan garis putih halus, serta memiliki mahkota berwarna cokelat kemerahan yang khas.
















