Trauma Anak di Zona Perang
Selain kaum ibu, anak-anak adalah korban yang masa depannya terenggut. Konflik bersenjata merampas dua hak dasar mereka, rasa aman dan pendidikan.
B gedung sekolah terbakar yang menyebabkan ribuan anak putus sekolah. Fenomena ini memicu kekhawatiran akan lahirnya generasi yang hilang (lost generation).
Secara psikologis, anak-anak yang tumbuh di era DOM rentan mengalami trauma atau Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Mereka terbiasa mendengar suara tembakan dan menyaksikan kekerasan sejak dini. Memori kolektif ini membekas kuat dan memengaruhi mental mereka hingga dewasa.
Baca Juga: Rekam Jejak Sejarah Gerakan Aceh Merdeka
Pasca-damai Helsinki 2005, Aceh berbenah. Keberadaan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh menjadi upaya penting untuk memulihkan hak-hak korban sipil.
Kisah Inong Balee dan anak-anak Aceh menjadi pengingat bahwa damai bukan sekadar berhenti perang, melainkan pemulihan martabat manusia yang terluka.
(*Sari)













