Cara Menghemat Token Listrik Agar Tidak Cepat Habis

Bunyi alarm dari meteran listrik prabayar ini sering menjadi momok bagi penghuni rumah. Menerapkan kebiasaan hemat energi adalah kuncinya. (Dok. Ist)
Bunyi alarm dari meteran listrik prabayar ini sering menjadi momok bagi penghuni rumah. Menerapkan kebiasaan hemat energi adalah kuncinya. (Dok. Ist)

Bijak Menggunakan Kulkas

Kulkas adalah alat elektronik yang menyedot daya paling besar karena menyala 24 jam nonstop. Kebiasaan membuka pintu kulkas terlalu lama atau terlalu sering membuat mesin kompresor bekerja ekstra keras untuk mendinginkan kembali suhu di dalam.

Hindari juga memasukkan makanan yang masih panas ke dalam kulkas. Suhu panas memaksa mesin bekerja dua kali lipat lebih berat, yang otomatis menyedot token listrik lebih banyak.

Atur Suhu AC Secara Tepat

Bagi pengguna pendingin ruangan (AC), pengaturan suhu sangat mempengaruhi tagihan. Menyetel suhu terendah (misalnya 16 derajat Celcius) memaksa kompresor bekerja maksimal terus-menerus.

Aturlah suhu pada kisaran 24 hingga 25 derajat Celcius. Suhu ini sudah cukup sejuk untuk iklim tropis Indonesia dan membuat kerja kompresor lebih santai, sehingga listrik lebih irit.

Gunakan Rice Cooker Seperlunya

Menyalakan rice cooker atau penanak nasi dalam mode penghangat (warm) seharian ternyata memakan daya yang cukup besar.

Baca Juga: PLN Beri Diskon 50 Persen untuk Pembelian Token Listrik Prabayar Januari-Februari 2025, Begini Cara Dapatkannya!

Masaklah nasi sesaat sebelum jam makan agar nasi tetap hangat dan segar tanpa perlu dicolokkan berjam-jam. Jika masih ada sisa, cabut colokan dan simpan nasi. Anda bisa menghangatkannya kembali sebentar saat akan makan malam.

(*Sari)