“Jangkauan ofensif ini dianalisis sebagai upaya Anti-Access/Area Denial (A2/AD) untuk menetralisir potensi intervensi asing, khususnya guna menghambat pergerakan armada laut Amerika Serikat di kawasan Pasifik Barat,” jelas dokumen tersebut.
Pentagon menyimpulkan bahwa tahun 2027 bukan sekadar angka simbolis, melainkan tenggat waktu krusial bagi China untuk mematangkan kapabilitas logistik dan tempur guna mengubah status quo di Selat Taiwan secara permanen.
(ra)











