Faktakalbar.id, WASHINGTON – Sebuah draf laporan terbaru dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) memicu kekhawatiran global terkait stabilitas di kawasan Asia Pasifik.
Dokumen strategis tersebut mengungkap bahwa China tengah mempercepat rencana pengembangan militernya dengan target spesifik: mencapai kesiapan operasional penuh untuk melancarkan serangan militer ke Taiwan selambat-lambatnya akhir tahun 2027.
Laporan tersebut menegaskan bahwa ambisi Beijing bukan sekadar gertakan. Pentagon menganalisis bahwa China memiliki keyakinan tinggi untuk meraih “kemenangan mutlak” dalam operasi tersebut.
Hal ini menandai pergeseran strategi yang signifikan dari sekadar intimidasi politik menjadi persiapan tempur nyata yang terukur.
Sempurnakan Opsi Taktis
Menurut analisis Pentagon, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) saat ini sedang aktif menyempurnakan berbagai opsi militer taktis. Fokus utamanya adalah skenario perebutan pulau Taiwan secara paksa.
“Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) kini sedang aktif menyempurnakan berbagai opsi militer taktis guna merebut pulau tersebut secara paksa,” tulis laporan tersebut.
Strategi Halau Amerika Serikat
Untuk memuluskan rencana tersebut, China dilaporkan memfokuskan pengembangan pada kemampuan serangan presisi jarak jauh.
Senjata ini dirancang untuk menjangkau target strategis sejauh 1.500 hingga 2.000 mil laut dari daratan China.
Baca Juga: Provokasi di Langit Okinawa: Radar China Kunci Jet Tempur Jepang, Asia Timur Memanas
Kemampuan ofensif ini dianalisis sebagai bagian dari strategi Anti-Access/Area Denial (A2/AD).
Tujuannya adalah untuk menetralisir potensi intervensi asing, khususnya menghambat pergerakan armada laut Amerika Serikat di kawasan Pasifik Barat jika konflik pecah.











