Faktakalbar.id, SEOUL – Badan pengadaan senjata Korea Selatan (Defense Acquisition Program Administration/DAPA) akhirnya memutuskan metode pemilihan kontraktor untuk proyek ambisius kapal perusak generasi terbaru.
Pada Senin sore, Komite Promosi Proyek Pertahanan menetapkan proses tender selektif untuk memilih pembuat kapal canggih pertama buatan dalam negeri tersebut.
Baca Juga: Provokasi di Langit Okinawa: Radar China Kunci Jet Tempur Jepang, Asia Timur Memanas
Langkah ini menandai babak baru dalam megaproyek pertahanan senilai sekitar 7 triliun won atau setara US$5 miliar (sekitar Rp80 triliun).
Anggaran jumbo tersebut dialokasikan untuk membangun enam unit kapal perusak canggih yang akan memperkuat armada laut Negeri Ginseng.
Persaingan Dua Raksasa
Proyek ini sempat mengalami penundaan yang cukup lama akibat perseteruan sengit antara dua raksasa industri perkapalan Korea Selatan.
Hanwha Ocean Co. dan HD Hyundai Heavy Industries Co. sebelumnya terlibat dalam sengketa hukum terkait hak desain kapal tersebut.
“Proyek tersebut sempat terhenti karena perselisihan hukum antara pembuat kapal Hanwha Ocean Co. dan HD Hyundai Heavy Industries Co. yang telah ikut serta dalam mendesain kapal perusak yang direncanakan,” tulis laporan terkait latar belakang proyek ini.
Aset Strategis Masa Depan
Kapal perusak kelas Aegis berbobot 6.000 ton ini digadang-gadang akan menjadi tulang punggung kekuatan strategis Angkatan Laut Korea di masa depan.
Keistimewaan kapal ini terletak pada kemandirian teknologinya, di mana sebagian besar sistem persenjataannya dikembangkan dari teknologi domestik Korea Selatan.
DAPA menargetkan proses produksi dapat segera berjalan sehingga armada tempur ini siap diserahterimakan ke Angkatan Laut pada akhir tahun 2032.











