Fenomena Bintang di Google Maps: Mengapa Kolom Ulasan Kantor Polisi “Digembok” Sementara Damkar Banjir Pujian?

Perbandingan tampilan laman Google Maps antara kantor polisi yang kolom ulasannya dinonaktifkan (kiri) dan kantor Damkar yang terbuka untuk ulasan publik dengan rating tinggi (kanan). (Dok. Ist)
Perbandingan tampilan laman Google Maps antara kantor polisi yang kolom ulasannya dinonaktifkan (kiri) dan kantor Damkar yang terbuka untuk ulasan publik dengan rating tinggi (kanan). (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, JAKARTA – Di era digital, memberikan “bintang” atau ulasan di Google Maps telah menjadi cara lazim bagi masyarakat untuk mengevaluasi layanan, mulai dari restoran, hotel, hingga kantor pemerintahan.

Namun, ada satu anomali menarik yang mungkin luput dari perhatian banyak orang: sulitnya memberikan ulasan untuk kantor polisi di Indonesia.

Baca Juga: Berdalih Cari Dana Tahun Baru, Arena Sabung Ayam di Semitau Dibakar Polisi

Jika Anda mencoba menelusuri profil kantor kepolisian, seperti Polda Metro Jaya atau Polsek setempat melalui mesin pencari Google, Anda akan dihadapkan pada sebuah notifikasi bertuliskan “Postingan saat ini dinonaktifkan”.

Kolom bintang yang biasanya berwarna kuning cerah, tampak kosong atau bahkan tidak tersedia sama sekali.

Filter Anti-Bias Emosional

Kebijakan “gembok” ulasan ini bukanlah tanpa alasan.

Google menerapkan pembatasan ini sebagai langkah preventif untuk menjaga objektivitas.

Kantor polisi, sebagai institusi penegak hukum, seringkali berhadapan dengan situasi konflik yang memicu sentimen tinggi.

Baca Juga: Gandeng Damkar Kota, Mercure dan ibis Pontianak City Center Gelar Fire Drill Simulation

Kebijakan ini diambil untuk mencegah apa yang disebut sebagai review bombing atau serangan ulasan negatif massal yang bersifat emosional, fitnah, atau ajang balas dendam pribadi, alih-alih evaluasi layanan publik yang objektif dan adil.

Dengan menonaktifkan fitur ini, platform berusaha memisahkan antara kritik layanan yang konstruktif dengan luapan emosi sesaat yang kerap terjadi dalam kasus-kasus hukum.

Kontras dengan “Pasukan Biru”

Pemandangan yang sangat kontras tersaji ketika warganet menelusuri kantor Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar).

Seperti yang diungkapkan oleh akun Instagram @fyifact, profil kantor-kantor Damkar di Google Maps justru terbuka lebar bagi publik dan rata-rata dihiasi oleh rating bintang sempurna.

Deretan bintang 5 menghiasi laman pencarian untuk Sudin Damkar di berbagai wilayah, mulai dari Jakarta Timur hingga Jakarta Selatan.

Kolom ulasan ini menjadi etalase apresiasi publik terhadap kinerja petugas pemadam kebakaran yang seringkali dianggap heroik dan tanpa pamrih dalam melayani masyarakat.

Fenomena digital ini menjadi cerminan unik bagaimana dua institusi vital negara hadir di ruang maya.

Satu sisi memerlukan pagar pembatas demi menjaga netralitas informasi dari bias emosi, sementara sisi lain menjadi ruang terbuka bagi publik untuk merayakan pelayanan kemanusiaan.

(Ra)