Manfaat Sinar Matahari Bagi Kesehatan

Menikmati hangatnya sinar matahari pagi untuk asupan Vitamin D alami. (Dok. Ist)
Menikmati hangatnya sinar matahari pagi untuk asupan Vitamin D alami. (Dok. Ist)

“Paparan sinar matahari yang cukup dapat meningkatkan kadar vitamin D seseorang. Sebaliknya, defisiensi vitamin D sering terjadi pada orang yang jarang beraktivitas di luar ruangan,” katanya.

Kapan Waktu Terbaik Berjemur?

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan manfaat maksimal? Christy menyebut bahwa durasi ideal sangat bergantung pada waktu, musim, garis lintang, kondisi cuaca, dan warna kulit seseorang.

“Melanin, pigmen alami kulit, berfungsi sebagai pelindung yang memengaruhi seberapa banyak sinar ultraviolet B (UVB) yang dapat diserap. Umumnya, orang dengan kulit cerah membutuhkan paparan sinar matahari selama 5-15 menit, 2-3 kali per minggu,” ujarnya.

Sebagai referensi tambahan, studi di Inggris menyarankan durasi 9-13 menit pada jam makan siang.

Sementara itu, penelitian Prof. Siti Setiati di Indonesia menunjukkan hasil spesifik untuk iklim tropis.

Riset tersebut menyatakan bahwa paparan sinar UVB selama 25 menit, yang dilakukan tiga kali seminggu selama enam minggu, mampu meningkatkan kadar vitamin D secara signifikan.

Baca Juga: Saat Dunia Terasa Abu-abu, 4 Karakter Drakor Ini Hadir Bagaikan Sinar Matahari

Menutup penjelasannya, Christy mengajak masyarakat agar tidak lagi merasa takut beraktivitas di luar ruangan demi mendapatkan tubuh yang sehat.

“Tingkatkan aktivitas harian di luar ruangan dan biasakan berjemur setiap hari. Jangan lupa periksakan kadar vitamin D Anda,” pesannya.

(*Sari)