Hashim Dukung Penutupan Permanen PT Toba Pulp Lestari

PT Toba Pulp Lestari (Dok. Ist)
PT Toba Pulp Lestari (Dok. Ist)

“Jadi, kondisi ini kan kita tidak ada keraguan kita bahwa alam Sumatera Utara itu sudah betul-betul rusak berat, karena kehadiran operasi salah satu diantaranya TPL,” ujar Pendeta Victor.

Ia menegaskan bahwa banjir dan longsor yang terjadi adalah bencana ekologis yang menuntut tanggung jawab bersama.

Pihak gereja pun menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam upaya pemulihan lingkungan.

“Oleh karena itu, ke depan memang harus ada kerjasama semua pihak, dan gereja-gereja bersedia membantu pemerintah untuk memulihkan alam Tapanuli Raya,” katanya.

Galang Dana Kemanusiaan

Selain menyuarakan isu lingkungan, acara tersebut juga menjadi momen solidaritas kemanusiaan.

Baca Juga: Bicara Soal Energi Masa Depan, Hashim Singgung Kebutuhan Eksplorasi Uranium

Gereja-gereja asal Sumatera Utara berhasil menggalang dana ratusan juta rupiah untuk membantu korban bencana.

“Yang terkumpul persembahan malam ini sudah ada Rp500 juta, dan ditambah persembahan malam hari ini akan disumbangkan untuk meringankan beban suara kita yang menderita di Sumatera Utara,” pungkas Victor.

(*Sari)