Faktakalbar.id, BIAK – Indonesia melangkah lebih dekat menuju kemandirian teknologi keantariksaan.
Pemerintah melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi menetapkan Biak, Papua, sebagai lokasi pembangunan bandar satelit atau bandar antariksa (spaceport) pertama di Indonesia, Senin (22/12/2025).
Baca Juga: Prabowo Instruksikan Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit di Papua
Penetapan Biak sebagai lokasi strategis peluncuran bukan tanpa alasan ilmiah.
BRIN menjelaskan bahwa posisi Biak yang sangat dekat dengan jalur khatulistiwa menjadi keunggulan utama, karena memungkinkan efisiensi energi bahan bakar roket yang signifikan saat peluncuran.
Selain itu, faktor keamanan juga menjadi prioritas utama.
“Lokasinya yang menghadap langsung ke Samudra Pasifik jadi dianggap aman,” tulis keterangan resmi terkait keputusan tersebut.
Target Mengudara 2028
Dengan penetapan lokasi ini, peta jalan kemandirian antariksa nasional semakin jelas.
Pemerintah menargetkan jika seluruh proses pembangunan berjalan lancar, Indonesia diharapkan sudah mampu meluncurkan satelit secara mandiri dari tanah air pada tahun 2028 mendatang.
Sebagai catatan, sejak tahun 1970 hingga saat ini, total sudah ada 28 satelit milik Indonesia yang ditempatkan di orbit Nusantara.
Jumlah ini akan terus bertambah dengan rencana peluncuran satelit Neo-4 pada tahun depan.
Baca Juga: Mengudara 5 Jam, Pesawat A400M Pesanan Kedua TNI AU Sukses Jalani Uji Terbang Perdana di Spanyol
Tantangan Geopolitik
Di balik ambisi besar ini, pertanyaan krusial mengenai mitra teknologi masih menjadi sorotan.
Pemilihan mitra kerja sama pembangunan bandar antariksa ini dinilai memiliki konsekuensi geopolitik yang serius.
Meskipun negara-negara besar seperti Rusia dan China telah secara terbuka menyatakan keinginan mereka untuk bekerja sama, Indonesia tampaknya mengambil sikap hati-hati.
















