Faktakalbar.id, KALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) menargetkan peningkatan signifikan pada program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di tahun 2025.
Baca Juga: Sambut KUHP Nasional, Kejati dan Pemprov Kalbar Teken MoU Penerapan Pidana Kerja Sosial
Tidak hanya menambah kuota unit, Pemprov juga menaikkan nilai bantuan per unit berkat strategi efisiensi anggaran dan kolaborasi unik dengan Tim Penggerak PKK.
Kepala Dinas Perkim Provinsi Kalbar, Damianus Kans Panggalaya, menegaskan bahwa pada tahun 2025, target bedah rumah ditingkatkan menjadi 145 unit.
Angka ini naik dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang menjangkau sekitar 121 unit rumah.
Menariknya, Damianus menyebut strategi “The Power of Emak-emak” sebagai kunci ketepatan sasaran program ini.
Pihaknya menggandeng kader PKK yang dinilai paling memahami kondisi riil tetangga di lingkungannya.
“Agar tidak salah sasaran, kami melibatkan ibu-ibu PKK. Mereka paling tahu kondisi rumah tangga di lingkungannya. Ini yang kami sebut The Power of Emak-emak,” ujar Damianus saat penyerahan bantuan di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (19/12/2025).
Baca Juga: Wagub Krisantus Resmikan Sungai Raya Dalam Sebagai Pusat Kuliner Kalbar
Pangkas Biaya Dinas demi Rakyat
Peningkatan kuota dan nilai bantuan ini didapat dari efisiensi ketat anggaran pemerintah.
Damianus menjelaskan bahwa pihaknya memangkas biaya perjalanan dinas agar dana tersebut bisa dialihkan langsung ke fisik bangunan masyarakat.
“Efisiensi dilakukan dengan memangkas perjalanan dinas, sehingga anggaran bisa dialihkan langsung ke bantuan fisik bagi masyarakat,” katanya.
Nilai Bantuan Naik Rp10 Juta
Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalbar, Donata Dirasig Krisantus Kurniawan, yang turut hadir, menjelaskan detail kenaikan bantuan tersebut.
Jika pada 2024 nilai bantuan sebesar Rp20 juta per unit, maka tahun depan angka tersebut naik signifikan.










