“Berbagai persoalan, baik kriminalitas, kenakalan remaja, maupun isu yang berpotensi menimbulkan konflik antarsuku, alhamdulillah dapat diselesaikan dengan cepat dan mengedepankan musyawarah,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bahasan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk terus mengayomi seluruh masyarakat tanpa diskriminasi dengan memperkuat instrumen seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Tim Kewaspadaan Dini.
“Pemerintah harus hadir memberikan rasa keadilan agar tidak terjadi kesenjangan. Kerukunan adalah modal utama membangun Pontianak yang aman dan damai,” tutupnya.
(ra)
















