Tekno  

Google Berambisi Bangun Data Center di Luar Angkasa

Perusahaan Google (Dok. Ist)
Perusahaan Google (Dok. Ist)

Mengincar Suhu Dingin Ekstrem Luar Angkasa

Pembangunan pusat data di luar angkasa menawarkan solusi alami bagi masalah suhu.

Di orbit suhu lingkungan yang sangat rendah dapat membantu menjaga kestabilan perangkat tanpa harus menggunakan sistem pendingin berbasis air atau kipas yang boros energi.

Selain itu, Google melihat peluang penggunaan energi surya yang jauh lebih maksimal di luar angkasa.

Panel surya yang berada di luar atmosfer bumi dapat menangkap sinar matahari secara terus-menerus tanpa terhalang oleh cuaca atau siklus siang dan malam yang terbatas.

Meski terdengar sangat visioner, proyek ini menghadapi tantangan besar terkait pengiriman data kembali ke bumi.

Google harus mengembangkan teknologi laser untuk mentransmisikan data dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi agar tidak terjadi jeda atau latensi yang panjang.

Selain itu, biaya peluncuran infrastruktur ke orbit menjadi faktor krusial.

Baca Juga: Viral! Pakai Google Earth, Netizen Bongkar Lokasi Tambang Ilegal di Balik Banjir Sumatera

Namun, dengan semakin murahnya harga peluncuran roket saat ini, Google yakin bahwa investasi jangka panjang ini akan sebanding dengan penghematan energi yang mereka dapatkan di masa depan.

Hingga saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap riset dan pengembangan internal.

Google terus melakukan simulasi ilmiah untuk memastikan bahwa pusat data di luar angkasa dapat beroperasi secara stabil dan mampu melayani kebutuhan data global yang terus meledak.

(*Sari)