-
Meningkatkan Efektivitas Pengobatan: Air membantu melarutkan antibiotik saat menangani infeksi saluran kemih (ISK).
-
Membilas Bakteri: Asupan cairan yang cukup menghasilkan lebih banyak urin untuk membersihkan bakteri penyebab infeksi.
-
Mencegah Batu Ginjal: Air yang cukup mencegah kristal pembentuk batu untuk saling menempel dan mengendap di dalam ginjal.
“Batu ginjal tidak akan terbentuk dengan mudah jika tersedia cukup air untuk mencegah pengendapan kristal,” jelas Ni Made Hustrini.
Memilih Kualitas Air Minum yang Aman
Selain jumlah atau kuantitas, kualitas air yang dikonsumsi juga menjadi hal yang sangat krusial. Perlu diingat bahwa air yang tampak jernih belum tentu bebas dari kontaminan berbahaya. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih kritis dalam memilih sumber air minum.
Baca Juga: Investasi Masa Tua: 7 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Ginjal agar Tetap Prima
Astrid Adelaide Siregar, Head of Marketing Amidis, menyarankan masyarakat untuk memilih air minum yang telah melalui proses pemurnian tinggi, seperti distilasi. Proses ini memastikan air bebas dari polutan dan bakteri yang dapat membebani kerja ginjal.
“Pilih air minum yang sudah diproses melalui pemanasan suhu tinggi hingga uap air yang dihasilkan benar-benar murni. Ini penting agar tidak ada kontaminan yang masuk ke dalam tubuh,” ungkap Astrid.
Dengan mengombinasikan kebiasaan cukup minum dan memilih kualitas air yang tepat, risiko gangguan ginjal dapat ditekan secara signifikan. Menjalankan Cara Menjaga Kesehatan Ginjal sejak dini adalah investasi terbaik untuk masa tua yang lebih sehat.
(*Drw)
















