Raja Streaming Baru Lahir: Harry Potter hingga DC Kini Satu Atap dengan Stranger Things Usai Netflix Caplok Warner Bros

Logo Netflix bersanding dengan logo Warner Bros. Raksasa streaming Netflix resmi mengakuisisi Warner Bros senilai Rp 1.379 triliun, menyatukan ribuan katalog film dan serial populer. (Dok. Ist)
Logo Netflix bersanding dengan logo Warner Bros. Raksasa streaming Netflix resmi mengakuisisi Warner Bros senilai Rp 1.379 triliun, menyatukan ribuan katalog film dan serial populer. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, CALIFORNIA – Peta industri hiburan dunia kembali terguncang. Netflix secara resmi mengumumkan kesepakatan monumental untuk mengakuisisi Warner Bros.

dengan nilai fantastis mencapai 82,7 miliar dolar AS atau setara Rp 1.379 triliun (kurs Rp 16.684).

Baca Juga: Drama Akuisisi Warner Bros Discovery Memanas

Langkah ini praktis menjadikan Netflix sebagai pemilik katalog kekayaan intelektual (IP) terbesar yang menggabungkan waralaba legendaris dunia.

Melalui akuisisi ini, Netflix tidak hanya mengambil alih studio film Warner, tetapi juga layanan streaming HBO dan HBO Max.

Artinya, judul-judul raksasa seperti Harry Potter, Game of Thrones, Lord of the Rings, hingga semesta pahlawan super DC Comics kini berada di bawah satu payung dengan konten orisinal Netflix.

Misi Satukan Budaya Populer

Co-CEO Netflix, Ted Sarandos, menegaskan bahwa penggabungan ini adalah upaya untuk menghibur dunia dengan skala yang lebih masif.

Ia menyoroti potensi besar dari bersatunya karya klasik dan hits modern dalam satu ekosistem.

Baca Juga: Demi Dongkrak Penonton Avatar 3, Disney Siapkan Strategi Rilis 4 Trailer Berbeda Avengers: Doomsday

“Dengan menggabungkan koleksi luar biasa milik Warner Bros. yang berisi berbagai acara dan film —mulai dari karya klasik seperti Casablanca dan Citizen Kane hingga favorit masa kini seperti Harry Potter dan Friends— dengan judul-judul yang membentuk budaya seperti Stranger Things, KPop Demon Hunters, dan Squid Game, kami akan mampu mewujudkannya dengan lebih baik,” ujar Sarandos.

Untuk merayakan kesepakatan ini, Netflix bahkan merilis seni promosi yang menggabungkan elemen visual dari Stranger Things dan Game of Thrones.

Tolak Tawaran Paramount

Sebelum kesepakatan ini terjadi, Dewan Direksi dikabarkan menolak proposal akuisisi dari Paramount senilai 30 dolar AS per saham.

Penolakan tersebut didasarkan pada ketidakpastian pendanaan dari investor, termasuk dana dari Timur Tengah, serta mundurnya dukungan dari grup Jared Kushner.

Sebaliknya, Dewan lebih memilih kesepakatan dengan Netflix karena adanya jaminan utang yang berkomitmen serta tidak adanya biaya pembatalan (breakup fees) di luar potensi penalti sebesar 2,8 miliar dolar AS.

Baca Juga: Satu Dekade Perjalanan “Plus Ultra”, Anime My Hero Academia Resmi Berakhir dengan Rating Sempurna

Nasib HBO dan Tantangan Regulasi

Secara operasional, kesepakatan ini dijadwalkan efektif setelah proses pemisahan Warner Bros.

dari Discovery rampung pada kuartal ketiga tahun 2026.

Nantinya, HBO dan HBO Max akan tetap beroperasi secara mandiri sebagai layanan pelengkap bagi Netflix.

Namun, megamerger ini masih dibayangi ketidakpastian regulasi, terutama di bawah pemerintahan Trump yang akan datang, yang membuat pergerakan saham terpantau berada di kisaran 28 dolar AS.

(ra)