Faktakalbar.id, TECHNOLOGY – Menjelang pergantian tahun, keinginan masyarakat untuk mengganti gawai (gadget) biasanya melonjak. Produsen elektronik pun berlomba menawarkan perangkat terbaru dengan segudang janji kecanggihan.
Namun, mayarakat perlu menahan diri dan bersikap lebih kritis. Terdapat 3 hal yang harus diperhatikan sebelum beli HP agar uang jutaan rupiah yang Anda keluarkan tidak terbuang sia-sia.
Membeli ponsel di tahun 2025 dan 2026 tidak sesederhana tahun-tahun sebelumnya. Perubahan teknologi yang drastis, terutama integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), mengubah peta persaingan.
Baca Juga: Wajib Tahu! 7 Cara Mendinginkan HP Panas agar Performa Stabil dan Komponen Tidak Rusak
Konsumen yang cerdas wajib mempertimbangkan aspek jangka panjang, bukan hanya tergoda desain fisik semata. Berikut adalah rincian tiga poin krusial tersebut:
1. Pastikan Mendukung Fitur AI On-Device
Poin pertama yang wajib konsumen periksa adalah kemampuan dapur pacu ponsel. Tahun depan akan menjadi era “AI Phone”.
Pengembang aplikasi kini berlomba membuat fitur canggih seperti penerjemah bahasa langsung, penyuntingan foto otomatis, hingga asisten pribadi yang responsif.
Fitur-fitur ini menuntut kehadiran Neural Processing Unit (NPU) yang kuat pada chipset. Jika Anda membeli ponsel yang tidak memiliki spesifikasi ini, Anda akan ketinggalan banyak fitur modern.
Ponsel tersebut hanya akan menjadi alat komunikasi standar, padahal ekosistem digital bergerak ke arah otomatisasi berbasis AI.
2. Cek Jaminan Update Perangkat Lunak
Faktor kedua dalam 3 hal yang harus diperhatikan sebelum beli HP adalah durasi dukungan perangkat lunak (software update). Konsumen kini menuntut masa pakai ponsel yang lebih panjang, minimal 4 hingga 5 tahun.
Beberapa merek ternama telah menjawab tuntutan ini dengan menjanjikan pembaruan sistem operasi (OS) dan keamanan hingga 7 tahun.
Sebelum membayar di kasir, pastikan Anda menanyakan hal ini kepada penjual. Dukungan update yang panjang akan menjaga ponsel tetap aman dari virus dan memastikan performanya tetap relevan meski sudah berumur beberapa tahun.
3. Siapkan Anggaran Lebih untuk Kenaikan Harga
Hal terakhir berkaitan dengan isi dompet. Para analis teknologi memprediksi harga ponsel pintar akan mengalami kenaikan.
Peningkatan biaya komponen, terutama prosesor canggih untuk AI, memaksa produsen menyesuaikan harga jual produk mereka.
Oleh karena itu, pembeli harus mengatur strategi keuangan dengan bijak. Memanfaatkan momen diskon akhir tahun atau program tukar tambah (trade-in) bisa menjadi solusi cerdas.
Jangan memaksakan membeli ponsel flagship jika fitur-fiturnya tidak benar-benar Anda butuhkan.
Baca Juga: Samsung Galaxy Tab 11 Resmi Hadir di Indonesia
Dengan memahami 3 hal yang harus diperhatikan sebelum beli HP di atas, masyarakat bisa menjadi konsumen yang lebih bijak.
Pilihlah perangkat yang tidak hanya canggih, tetapi juga memiliki nilai investasi jangka panjang yang baik.
(*Sari)
















