Baca Juga: Pembakaran Sampah Terbuka di TPS Lingkar Hutan Wisata Sintang Jadi Sorotan
Meski jumlah kendaraan terbatas, ia meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan manajemen operasional yang lebih efektif dan terukur.
“Soal keterbatasan truk, saya minta Dinas Lingkungan Hidup bisa mengatur dan mengelolanya dengan baik. Harus jelas kapan unit tertentu dikerahkan ke lokasi tertentu,” tegasnya.
Sebagai solusi konkret mengatasi kekurangan armada, Bupati mendorong penerapan sistem kerja bergilir (shift) bagi para pengemudi truk.
Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan durasi operasional kendaraan pengangkut sampah menjadi dua kali lipat setiap harinya.
“Pengaturan lain misalnya sopir truk diberlakukan sistem shift. Dengan begitu, unit bisa terus bekerja. Yang biasanya 10 jam, bisa ditingkatkan menjadi 20 jam,” jelas Bala.
Ia mengakui bahwa rencana penambahan armada baru pada tahun ini belum bisa terealisasi akibat adanya kebijakan pemotongan anggaran. Oleh karena itu, optimalisasi alat dan SDM yang ada menjadi satu-satunya pilihan rasional saat ini.
“Kita ingin menambah unit, tetapi kondisi anggaran tidak memungkinkan. Maka harus ada langkah khusus melalui pengaturan alat dan sumber daya yang sudah tersedia,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Sintang berkomitmen menyelesaikan persoalan di TPS Pasar Sungai Durian ini secara bertahap agar tidak kembali mengganggu kenyamanan masyarakat.
(*Red)















