Tekno  

RAM Langka, Harga Gadget Jadi Meroket

Ilustrasi - Random Access Memory (RAM)
Ilustrasi - Random Access Memory (RAM)

Samsung, SK Hynix, dan Micron mengutamakan produksi memori berperforma tinggi untuk AI, bukan untuk perangkat konsumen. Inilah faktor utama mengapa RAM langka, terutama untuk kebutuhan gadget.

Hal ini ditegaskan oleh Sumit Sadana selaku EVP & Chief Business Officer di Micron. Ia menjelaskan bahwa kapasitas produksi global kini terserap untuk kebutuhan AI berskala besar.

“Pertumbuhan pusat data yang didorong oleh AI telah menyebabkan lonjakan permintaan akan memori dan penyimpanan. Micron telah mengambil keputusan sulit untuk keluar dari bisnis konsumen Crucial guna meningkatkan pasokan dan dukungan bagi pelanggan strategis kami yang lebih besar di segmen yang tumbuh lebih cepat,” dikutip dari situs resmi Micron.

Harga Gadget Melonjak

Karena RAM langka, produsen harus menyesuaikan harga perangkat yang menggunakan komponen memori besar. Dampaknya terlihat pada:

Baca Juga: Waspada Hacker! Dukungan Windows 10 Dihentikan, Cek Risiko Keamanan & 3 Solusi

  • smartphone kelas menengah dan flagship,
  • laptop yang membutuhkan DRAM kapasitas besar,
  • Personal Computer (PC) rakitan yang bergantung pada RAM,
  • SSD berbasis NAND Flash.

Kenaikan terjadi karena pasokan tidak sebanding dengan permintaan, sementara harga bahan baku memori juga meningkat.

Produsen Mengubah Strategi

Kelangkaan RAM memaksa banyak produsen gadget untuk:

  • menunda peluncuran perangkat tertentu,
  • memangkas varian RAM besar,
  • mengalihkan fokus ke model yang membutuhkan memori lebih kecil,
  • menyesuaikan margin keuntungan agar tetap kompetitif.

Langkah ini menunjukkan dampak serius AI terhadap rantai pasok elektronik konsumen.

Fenomena kelangkaan memori ini akan terus terjadi selama ekspansi pusat data AI berlangsung. Selama kebutuhan AI meningkat, RAM langka diperkirakan akan menjadi isu berkelanjutan, dengan harga gadget yang tidak akan stabil.

(*Sari)