Kejar Target Nasional, Bahasan Desak Data Valid dan Optimalkan Tim Pendamping Keluarga Atasi Stunting

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan (dua dari kanan), saat membuka kegiatan Reviu Kinerja Tahunan Stunting Tahun 2025 di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota, Kamis (18/12/2025). (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan (dua dari kanan), saat membuka kegiatan Reviu Kinerja Tahunan Stunting Tahun 2025 di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota, Kamis (18/12/2025). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus berupaya keras menekan angka prevalensi stunting yang saat ini masih berada di angka 22,3 persen.

Guna mengejar target nasional, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menekankan pentingnya keakuratan data dan optimalisasi peran pendamping keluarga di lapangan.

Baca Juga: Tumbangkan Bulog 9-7, Duet Yusnaldi-Budi Bawa Pemkot Pontianak Juara Tenis Pelti se-Kalbar

Hal tersebut ditegaskan Bahasan saat membuka kegiatan Reviu Kinerja Tahunan Stunting Tahun 2025 yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota, Kamis (18/12/2025).

Bahasan menyoroti data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, di mana angka stunting Kota Pontianak tercatat sebesar 22,3 persen.

Angka ini masih di atas target nasional yang dicanangkan dalam RPJMN 2025–2029, yakni 18,8 persen pada tahun 2025.

Kunci Intervensi: Data Valid

Untuk mempercepat penurunan angka tersebut, Bahasan meminta pendataan program harus dilakukan secara lengkap dan akurat.

Ia juga mendorong optimalisasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari unsur tenaga kesehatan, penyuluh KB, dan TP PKK.

Baca Juga: Sinergi Dompet Ummat dan PKK Pontianak, 100 Anak Yatim Jalani Khitan Massal Gratis

“Data yang telah diverifikasi dan divalidasi akan memastikan intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran,” tegas Bahasan.

Menurutnya, stunting bukan hanya isu kesehatan semata, melainkan sinyal adanya masalah dalam manajemen pelayanan dasar.

Penanganan serius diperlukan demi menyongsong Generasi Indonesia Emas 2045.

Raih Prestasi Provinsi

Dalam kesempatan itu, Bahasan juga memaparkan evaluasi kinerja.

Berdasarkan penilaian Kementerian Dalam Negeri tahun 2024, kinerja Pemkot Pontianak dalam percepatan penurunan stunting berada pada kategori sedang.

Hal ini menjadi catatan untuk memperkuat peran kecamatan dan kelurahan.

Kendati demikian, Kota Pontianak patut berbangga karena berhasil menyabet peringkat pertama dalam penilaian kinerja pelaksanaan aksi konvergensi stunting tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2024.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, inovasi, serta dukungan semua pihak. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah berkontribusi,” pungkasnya.

(ra)