Opini  

MUSORKOT KONI Kota Pontianak dan Makna Regenerasi Kepemimpinan

Foto profil Mei Purwowidodo mengenakan topi hitam dan kacamata, penulis opini Musorkot KONI Pontianak. (Dok. Ist)
Mei Purwowidodo. (Dok: HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, OPINI – Musorkot KONI Kota Pontianak menjadi momentum penting sebagai langkah awal proses regenerasi kepemimpinan, terlebih setelah Ketua Umum menyatakan tidak mencalonkan diri kembali pada periode berikutnya.

Baca Juga: Rekomendasi KONI Macet, 44 Perguruan IPSI Pontianak Minta Kebijaksanaan Alexander Wilyo

Keputusan tersebut patut diapresiasi karena membuka ruang pembelajaran bahwa KONI tidak pernah kekurangan kader, selama proses berjalan dengan ketulusan dan tanpa kepentingan tersembunyi.

Regenerasi akan kehilangan makna bila pelepasan jabatan Ketua Umum masih disertai harapan menempati posisi strategis lain dalam kepengurusan.

Sikap demikian justru terlihat naif dan berpotensi menghambat lahirnya kepemimpinan baru. Semestinya, proses ini dijalani dengan legowo dan memberi ruang penuh kepada generasi yang lebih muda.

Dalam praktiknya, regenerasi ideal lahir dari internal kepengurusan yang telah ditempa oleh pengalaman organisasi dan dinamika pembinaan olahraga.

Baca Juga: Musorprov KONI Berakhir Manis: Daud Yordan Ajak Sultan Melvin Bergabung di Kepengurusan KONI

Peran Ketua Umum di fase ini adalah memastikan proses berjalan sesuai AD/ART KONI, bersikap netral, tidak cawe-cawe, apalagi mengintervensi pemilik hak suara, yakni pengurus cabang.

Biarkan para calon berkompetisi secara sportif dengan aturan main yang tegas dan adil. Akan lebih baik jika bisa diusahakan untuk dimusyawarah-mufakatkan dengan satu kata, aklamasi.

Jika proses ini berjalan baik, Musorkot bukan hanya melahirkan kepemimpinan baru, tetapi juga mencatat sejarah: bahwa seorang Ketua Umum mampu menuntaskan masa jabatannya dengan bermartabat, demokratis, dan diterima semua pihak.

Semoga hal ini menjadi renungan bersama demi kemajuan olahraga Kota Pontianak ke depan.

Salam olahraga… Jaya..!!

Oleh: Mei Purwowidodo