Rekomendasi KONI Macet, 44 Perguruan IPSI Pontianak Minta Kebijaksanaan Alexander Wilyo

Foto bersama puluhan pengurus perguruan silat dan panitia di depan panggung Musyawarah Kota IPSI Pontianak Tahun 2025. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Foto bersama puluhan pengurus perguruan silat dan panitia di depan panggung Musyawarah Kota IPSI Pontianak Tahun 2025. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Panitia sudah menyurati KONI untuk mengeluarkan rekomendasi, tapi sampai sekarang tidak ada respon positif. Ini jadi pertanyaan besar bagi kami. Ada apa dengan KONI Kota Pontianak?” tegas Dede.

Desak KONI Tidak Intervensi

Dede menilai KONI seharusnya menjalankan fungsinya sebagai lembaga administratif dan tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri hasil musyawarah cabang olahraga.

“KONI wajib mengeluarkan rekomendasi. KONI tidak punya kewenangan mengintervensi hasil Muskot,” lanjutnya.

Ketidakpastian ini dikhawatirkan akan menghambat pembinaan atlet silat di Pontianak. Oleh karena itu, 44 perguruan yang tergabung dalam IPSI Kota Pontianak berharap Ketua Pengprov IPSI Kalbar, Alexander Wilyo, dapat turun tangan meluruskan dinamika ini.

Mereka meminta agar keputusan yang diambil nantinya berpihak pada kepentingan olahraga dan menjauhkan pencak silat dari konflik birokrasi yang tidak perlu.

(ra)