Cegah Penumpukan Stok
Secara akumulatif, total logistik yang masuk ke Pos Pendamping Nasional sejak 28 November hingga 10 Desember 2025 mencapai 448,6 ton.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 334 ton telah berhasil didistribusikan ke berbagai titik.
Pihak BNPB menegaskan komitmennya dalam manajemen logistik yang cepat dan tepat. Pemerintah memastikan tidak ada penumpukan barang di posko utama lebih dari dua hari.
“BNPB juga memastikan bahwa pencatatan dan manajemen logistik di Pos Pendamping Nasional di Lanud Iskandar Muda Aceh tertata dan baik. Sehingga dengan begitu, tidak ada terjadi penimbunan stok logistik yang terhambat dikirimkan,” tulis BNPB dalam laporannya.
Ke depan, jalur darat akan dioptimalkan untuk mengangkut muatan non-pangan yang lebih berat seperti tenda pengungsi, genset, kompresor, hingga perangkat internet Starlink guna mendukung percepatan pemulihan sarana prasarana.
Baca Juga: Dukung Distribusi Logistik di Tapanuli Tengah, BNPB Gelar Operasi Udara dan Modifikasi Cuaca
Update Data Korban Jiwa
Selain distribusi logistik, BNPB juga merilis pembaruan data operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
Per Rabu (10/12) pukul 14.00 WIB, total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di Sumatera (Aceh, Sumut, Sumbar) mencapai 969 jiwa, bertambah 5 jiwa dari hari sebelumnya.
Khusus di Provinsi Aceh, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 391 jiwa, dengan 31 orang masih dinyatakan hilang. Jumlah pengungsi di wilayah ini dilaporkan mencapai 831.124 jiwa.
Sementara itu, di Sumatera Utara korban meninggal tercatat 340 jiwa dan 128 orang hilang. Sedangkan di Sumatera Barat, korban meninggal berjumlah 238 jiwa dengan 93 orang masih dalam pencarian.
(*Red)
















