Optimalkan Jalur Darat dan Udara, BNPB Salurkan 14,78 Ton Bantuan Logistik ke Aceh

Armada truk BNPB yang akan digunakan untuk mengirimkan bantuan logistik melalui jalur darat dari Pos Pendamping Nasional di Lapangan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Provinsi Aceh, pada Rabu (10/12).
Armada truk BNPB yang akan digunakan untuk mengirimkan bantuan logistik melalui jalur darat dari Pos Pendamping Nasional di Lapangan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Provinsi Aceh, pada Rabu (10/12/2025). Foto: HO/Faktakalbar.id

Faktakalbar.id, ACEH BESAR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus menggenjot distribusi bantuan logistik untuk penanganan darurat bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh.

Melalui Pos Pendamping Nasional di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, BNPB kembali mengirimkan belasan ton bantuan pada hari ke-13 operasi, Rabu (10/12/2025).

Baca Juga: Hari ke-12 Pencarian, BNPB Terjun Langsung Dampingi Posko Darurat Padang Panjang

Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat sebanyak 14,78 ton logistik telah didistribusikan.

Pengiriman dilakukan dengan mengombinasikan moda transportasi darat dan udara untuk memastikan bantuan sampai ke seluruh wilayah terdampak, baik yang mudah diakses maupun yang terisolir.

Rincian Distribusi Bantuan

Distribusi melalui jalur darat dilakukan sebanyak lima kali pengiriman dengan total muatan seberat 9,85 ton. Bantuan ini menyasar wilayah Kabupaten Pidie dan Kabupaten Bireuen.

Paket yang dikirimkan meliputi sembako, makanan siap saji, perlengkapan ibu dan bayi, serta peralatan darurat seperti lampu emergency dan paket kebersihan (hygiene kit).

Sementara itu, distribusi jalur udara difokuskan untuk menjangkau wilayah dengan akses terbatas, yakni Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tamiang.

Sebanyak 4,93 ton bantuan logistik diterbangkan dalam tujuh kali sorti penerbangan menggunakan helikopter BNPB, pesawat Caravan, dan pesawat Caracal milik TNI AU. Jenis bantuan yang dikirim via udara didominasi oleh bahan permakanan.