“Komitmen klaster pencarian dalam mencari korban yang hilang optimal dalam memasuki tambahan tiga hari ke-2 dan memberikan kepercayaan masyarakat bahwa pemerintah dan pemerintah daerah siap melaksanakan pencarian bagi korban yang saat ini belum ditemukan di Lembah Anai, Kota Padang Panjang,” ujar Rudi Supriyadi.
Selain fokus pada pencarian korban, BNPB juga melakukan pendampingan dalam pendataan kerusakan infrastruktur. Hal ini mencakup estimasi nilai usulan perbaikan jalan dan jembatan serta pemenuhan bantuan logistik yang mendesak.
Baca Juga: Percepat Distribusi Bantuan, BNPB dan Pemda Optimalkan Perbaikan Akses Darat Sumbar
Data Korban dan Kerusakan Infrastruktur
Berdasarkan data terbaru BNPB per Selasa (9/12) pukul 13.00 WIB, dampak bencana di Kota Padang Panjang mencakup 8 kelurahan di dua kecamatan, yakni Padang Panjang Barat dan Padang Panjang Timur.
Tercatat sebanyak 19 orang meninggal dunia, 32 orang masih dinyatakan hilang, dan 4 orang mengalami luka-luka. Kerusakan hunian juga cukup masif dengan total rumah rusak mencapai 234 unit.
Sementara itu, kerusakan infrastruktur jalan masih menjadi kendala utama. Akses jalan lintas nasional dari Kota Padang menuju Kota Padang Panjang terputus sepanjang 1 kilometer akibat material longsor.
Kerusakan serupa juga terjadi di jalan lintas kecamatan di Kelurahan Koto Katik, Silaing Bawah, Pasar Usang, dan Kampung Manggis.
Dinas terkait telah mengeluarkan imbauan agar warga yang melintasi jalur Padang Panjang menuju Pariaman untuk selalu waspada karena kondisi akses yang masih berpotensi bahaya.
Saat ini, upaya perbaikan akses jalan menggunakan alat berat terus dilakukan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi di rusunawa dan rumah sewa.
Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk menuntaskan operasi pencarian di Padang Panjang ini sembari mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Baca Juga: Listrik Mati Total, BNPB ‘Hujani’ Tapanuli Tengah dengan Genset dan Starlink via Udara
(*Red)
















