“Di sana sudah ramai. Ada yang panik juga,” tutur Alka yang bekerja di sektor konstruksi.
Ia mengaku ini adalah gempa besar pertama yang dialaminya selama lebih dari dua tahun menetap di Jepang.
Setibanya di pengungsian, petugas balai desa langsung mendata mereka.
Petugas meminta informasi identitas seperti nama, tempat tinggal, dan nomor telepon sebelum mempersilakan para pengungsi masuk ke dalam gedung untuk berlindung.
(ra)
















