Faktakalbar.id, HOKKAIDO – Sedikitnya 30 orang dilaporkan terluka setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,5 mengguncang wilayah timur laut Jepang.
Bencana yang terjadi pada Senin malam lalu ini memaksa ribuan warga, termasuk Warga Negara Indonesia (WNI), untuk mengungsi ke tempat aman, Rabu (10/12/25).
Baca Juga: Gempa Dahsyat M 7,6 Guncang Jepang: Tsunami Terpantau di Dua Lokasi, Peringatan Kini Dicabut
Salah seorang WNI yang terdampak adalah Alka Hidaka.
Ia tinggal di kawasan Hidaka, Prefektur Hokkaido, yang menjadi salah satu zona merah dalam peringatan gempa dan tsunami kali ini.
Alka menceritakan pengalaman menegangkan saat bencana tersebut terjadi.
Saat gempa mulai mengguncang, Alka mengaku sedang terlelap tidur.
Tiba-tiba, ia terbangun karena rumahnya berguncang hebat, berbarengan dengan suara peringatan gempa yang meraung keras dari ponsel pintarnya.
Baca Juga: Provokasi di Langit Okinawa: Radar China Kunci Jet Tempur Jepang, Asia Timur Memanas
“Rumah bergetar keras,” ungkap Alka menggambarkan situasi saat itu, sembari menirukan suara getaran yang terdengar seperti “gedubrak… gedubrak”.
Guncangan tersebut dirasakannya berlangsung sekitar 20 detik.
Kaget dengan situasi tersebut, Alka bersama dua rekan WNI lainnya yang tinggal satu rumah langsung panik.
Mereka sempat melihat ke luar jendela untuk mengecek keadaan dan melihat seseorang berlari dalam kegelapan menuju suatu titik aman.
Tanpa berpikir panjang, ketiganya segera menyambar tas berisi paspor dan sejumlah uang, lalu berlari ke luar rumah untuk menyelamatkan diri.
Evakuasi ke Balai Desa
Di luar rumah, Alka dan rekan-rekannya mendapat instruksi dari warga lokal Jepang untuk segera menuju Balai Desa yang terletak di dataran lebih tinggi.
Mereka menuju lokasi evakuasi tersebut menggunakan sepeda.
Balai Desa setempat memang telah ditetapkan pemerintah sebagai titik kumpul pengungsian jika terjadi gempa dan tsunami. Sesampainya di sana, suasana sudah dipadati warga.
















