“Padahal negara sudah hadir sejak awal di dalam penanggulangan bencana, kami tahu persis kok Komisi I mendorong Angkatan udara hari pertama langsung ada 4 sampai 5 pesawat datang ke sana tapi dibilang enggak pernah hadir,” tambahnya.
Endipat mengakui bahwa pemerintah kalah dalam strategi penyebaran informasi. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk memperjuangkan dukungan sumber daya bagi Komdigi agar mampu mengembangkan informasi publik secara efektif.
“Supaya nanti Komdigi bisa dibantu dalam urusan mengembangkan informasi yang sudah dilakukan oleh pemerintah,” pungkasnya.
Sorotan dari DPR ini muncul beriringan dengan viralnya aksi content creator Ferry Irwandi bersama tim NGO dan relawan yang berhasil menggalang dana sebesar Rp 10,3 miliar dalam waktu 24 jam.
Baca Juga: BNPB Distribusikan 40 Ton Bantuan Kemenko Perekonomian untuk Korban Bencana di Tiga Provinsi
Ferry dan timnya telah tiba di Medan dan bergerak menyalurkan logistik ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.
“Kita membawa 2,6 ton hari ini dan akan disusul yang lain. Fokus utama kita adalah titik-titik yang memang minim bantuan yang terisolasi,” kata Ferry, Kamis (4/12).
Bantuan yang disalurkan relawan berfokus pada kebutuhan spesifik kelompok rentan, seperti makanan bergizi siap santap, pampers, pakaian dalam, pembalut, hingga alat filter air bersih.
“Kita siapkan makanan siap makan yang bergizi, bukan mi instan, yang bisa langsung mereka dapat, mereka makan,” ungkap Ferry.
(*Red)
















