-
Beban Berlipat: “Cuaca ekstrem, baik panas atau dingin, memaksa tubuh bekerja dua kali lipat untuk menjaga suhu.
Dampaknya bisa sangat signifikan bagi pelari,” kata Iwan. -
Kondisi dingin ekstrem dapat memengaruhi pernapasan, daya tahan, hingga fungsi jantung.
Tanda Tubuh yang Tidak Boleh Diabaikan
Iwan menegaskan bahwa tubuh selalu memberi sinyal sebelum kolaps. Pelari wajib berhenti jika mengalami:
-
Nyeri dada
-
Jantung berdebar tidak teratur
-
Napas pendek atau sesak
-
Pusing atau penglihatan gelap
-
Menggigil di tengah aktivitas
-
Mual hebat
“Kalau muncul gejala itu, stop segera. Lebih baik kehilangan satu race daripada kehilangan nyawa,” katanya.
Pentingnya Skrining Kesehatan
Iwan menyoroti pentingnya skrining kesehatan sebelum event lari jarak menengah hingga jauh.
Baca Juga: Saran Dokter: Jenis Olahraga Terbaik untuk Penderita Diabetes, Fokus Pembakar Lemak
Minimal, pelari sebaiknya melakukan:
-
Pemeriksaan jantung
-
Evaluasi kondisi kebugaran
-
Pengecekan riwayat penyakit
-
Rencana pola makan dan hidrasi sebelum, ketika, dan setelah lomba
(*Drw)
















