“Kami hanya ingin menjaga tata kelola yang benar dan kepastian hukum untuk lembaga pendidikan,” jelasnya.
Baca Juga: Jelang Nataru, Harga Cabai di Sintang ‘Pedas’ Mendadak: Tembus Rp100 Ribu per Kg
Masruri mengatakan dampak pada warga sekolah akan bergantung pada proses yang ditempuh masing-masing. Menurutnya wali muridlah yang paling terdampak.
“Apabila ada kerugian yang dialami pihak terkait, kami menyerahkan sepenuhnya kepada mereka untuk menindaklanjutinya. Wali murid adalah pihak yang paling merasakan situasi ini,” jelasnya.
Selama proses hukum berlangsung, STAIMA juga membuka diri terhadap dialog dan penyelesaian secara baik-baik, selama tetap menghormati aturan dan status kelembagaan yang sah.
(*Sari)
















