“Sementara untuk penanganan jangka panjang diperlukan pembangunan bertahap, terutama peninggian ruas jalan utama dan penguatan sistem drainase agar wilayah cepat kering saat air surut,” tuturnya.
Warga Koordinasi dengan Basarnas
Ketua RT 06 RW 16, Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa banjir kali ini sudah berlangsung selama dua hari. Di wilayahnya, tercatat lebih dari 70 Kepala Keluarga (KK) terdampak genangan, khususnya yang bermukim di bantaran sungai.
“Biasa sih tahun ke tahun seperti ini, cuma hari ini agak parah. Mudah-mudahan besok tidak lagi,” kata Budi.
Meskipun genangan air cukup mengganggu, warga setempat telah melakukan langkah antisipasi mandiri. Budi juga memastikan jalur komunikasi dengan petugas Basarnas telah terbuka untuk penanganan darurat.
“Warga sudah antisipasi. Rumah-rumah pun masih aman. Saya juga sudah minta kontak dari Basarnas supaya kalau ada apa-apa kita cepat menghubungi,” ucapnya.
Hingga saat ini, mayoritas warga memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing. Mereka menilai ketinggian air belum mencapai level yang membahayakan keselamatan jiwa.
“Air hanya sebatas jendela, tidak terlalu tinggi. Warga belum ada yang mengungsi,” pungkas Budi.
Masyarakat Kota Pontianak diminta untuk terus memantau informasi cuaca dan pasang surut air laut, mengingat prediksi puncak banjir rob di Pontianak masih berpotensi terjadi dalam waktu dekat.
Baca Juga: Air Pasang Menggila, SPBU di Tepian Sungai Kakap ‘Tenggelam’ Dihantam Banjir Rob
(*Red/Kominfo/Prokopim)
















