Peringati Hakordia 2025, KPK Tegaskan Pendidikan Antikorupsi Jadi Kunci Berantas Korupsi Sejak Dini

"KPK mengungkap ironi daerah kaya tambang namun penduduknya miskin. Hal ini disebut akibat dampak lingkungan yang merusak mata pencaharian petani dan nelayan. "
Logo KPK. (Dok. Ist)

“Apa pun profesi anak-anak kita nanti, fondasi pentingnya adalah kejujuran. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan karakter tidak cukup hanya dengan bermain, tetapi perlu diperkuat dengan pemahaman nilai-nilai integritas,” jelasnya.

Putar Film Pemenang ACFFEST

Kegiatan di Yogyakarta ini juga diisi dengan pemutaran tiga film edukatif yang merupakan jebolan kompetisi Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST). Film-film tersebut dipilih karena memuat pesan moral yang kuat namun mudah dicerna.

Baca Juga: Buntut Kasus Digitalisasi SPBU, KPK Mulai Selidiki Dugaan Korupsi di PT Len Industri

Ketiga film yang ditayangkan adalah Hanya Printer (karya Sri Suratiyah, ACFFEST 2024), Roti Suci di Hari Sabtu (karya Emilianus U. K. Patar dan Bonifasius M. Kolin, ACFFEST 2024), serta Maaf Mama, Aku Kelepasan (karya Jalu Pandita, ACFFEST 2022).

Amir menjelaskan bahwa film-film tersebut mengajarkan sembilan nilai integritas utama, yakni jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras.

“Kami juga menekankan bahwa isu korupsi berkaitan erat dengan berbagai persoalan, termasuk berdampak pada ekologis. Karena itu, literasi antikorupsi harus terus dikembangkan agar generasi muda mampu melihat dampak korupsi secara lebih luas,” pungkas Amir.

Langkah ini diharapkan mampu membangun generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat melalui pendidikan antikorupsi yang berkelanjutan.

(*Red)