Peringati Hakordia 2025, KPK Tegaskan Pendidikan Antikorupsi Jadi Kunci Berantas Korupsi Sejak Dini

"KPK mengungkap ironi daerah kaya tambang namun penduduknya miskin. Hal ini disebut akibat dampak lingkungan yang merusak mata pencaharian petani dan nelayan. "
Logo KPK. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak akan efektif jika hanya bergantung pada aspek penindakan hukum semata.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, menyebutkan bahwa pendidikan antikorupsi memegang peranan vital dalam strategi jangka panjang lembaganya.

Baca Juga: Penyidik Diperiksa Dewas Soal Pemanggilan Bobby Nasution, Ini Respons Ketua KPK

Pernyataan tersebut disampaikan Amir Arief dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang digelar di Gedhong Pracimasono, Kepatihan Yogyakarta, pada Minggu (7/12).

Dalam kesempatan tersebut, KPK secara khusus menggandeng para tenaga pendidik untuk memperkuat penanaman nilai integritas.

“Mustahil pemberantasan korupsi hanya mengandalkan penindakan. Oleh karena itu, KPK memberi perhatian besar pada pendidikan antikorupsi untuk membentuk integritas individu sejak dini,” ujar Amir.

Peran Strategis Pendidik Usia Dini

Amir menekankan bahwa tenaga pendidik merupakan mitra strategis KPK. Guru memiliki peran sentral dalam membentuk karakter moral anak, khususnya pada usia emas. Metode yang disarankan meliputi penyampaian cerita ringan, permainan interaktif, hingga pembiasaan perilaku baik di dalam kelas.